Inilah 9 Alasan Kenapa Anak Lulusan Pesantren adalah Calon Menantu Idaman

Berbicara masalah jodoh, merupakan suatu hal pembahasan yang bikin greget. Apalagi ketika dibahas di antara para jomblo-jomblo yang sudah berusia kepala dua. Ketika mereka ditanya, penginnya dapet jodoh yang kaya gimana? Tentu dan pasti, penginnya dan maunya jelas yang baik. Baik akhlaqnya dan baik pula rupanya.

Bagi laki-laki tentu penginnya dapat jodoh perempuan yang cantik dan sholehah. Karena tiada yang paling cantik dan indah di dunia ini selain wanita sholehah. Sedangkan yang perempuan tentu penginnya dapat jodoh yang tampan dan beriman.

Karena laki-laki yang tampan dan beriman adalah laki-laki idamannya para perempuan. Tentunya laki-laki yang seperti itu merupakan calon pemimpin yang baik dalam rumah tangga.

Nah, terkait semua itu… Tentu bisa kita kaitkan dengan anak-anak pesantren. Loh kok pesantren? Penasaran? silahkan baca alasan kenapa kok masalah jodoh dikaitkan dengan anak lulusan pesantren.

Alasan Kenapa Anak Lulusan Pesantren Adalah Calon Pendamping yang Recomended

Anak Pesantren
Sumber: hollywoodreporter

Mayoritas masyarakat yang awam tentang agama menganggap anak pesantren itu bisanya paling ceramah. Profesinya ya jadi ustadz, yang penghasilannya belum jelas. Jika ada yang memiliki pemikiran yang seperti berarti harus banyak-banyak istighfar.

Kenapa? Karena pemikiran yang seperti itu adalah pemikiran yang salah kaprah. Orang yang memiliki pemikiran seperti itu perlu disetting ulang mindsetnya. Dengan apa? Salah satunya dengan membaca alasan kenapa anak lulusan pesantren adalah calon pendamping hidup yang recomended ini.

Apa alasannya?

1. Anak Lulusan Pesantren itu Disiplin dan Mandiri

Anak Pondok Santriwati
Sumber: brilio

Di usia yang masih muda, bahkan ada yang sejak anak-anak sudah masuk pesantren, dia sudah pergi dari rumah untuk belajar di pesantren. Hidup jauh dari orang tua di usia yang masih sangat muda pastinya menjadikan dia mandiri.

Siapa sih yang nggak senang punya suami/istri yang mandiri? Ketika kamu lagi sibuk ngurus rumah/pekerjaan, dia nggak akan ribet minta diurusin ini itu. Bahkan, dia bisa dengan cekatan membantu kamu mengurus rumah. Kalau cuma soal beres-beres rumah aja sih gampang buat dia, orang beres-beres gedung pesantren yang gede aja sanggup.

2. Anak Lulusan Pesantren itu Setia ngga Suka PHP

Anak Pesantren ngga Pacaran
Sumber: hipwe

Punya pacar di pesantren adalah hal yang mustahil. Enggak sedikit anak pesantren yang tetap menjaga peraturan itu meski sudah nggak tinggal di pesantren lagi. Pastinya, ini sangat menguntungkan buat kamu yang nggak pingin digantungin sama cowok.

Pacaran lama-lama, ke mana-mana bareng, tapi pas ditanya kapan nikah pura-pura meninggal. Kebanyakan cowok yang pernah nyantren nggak pingin berlama-lama penjajakan, begitu merasa ada yang bergetar, langsung dilamar.

Enggak perlu deh curiga sama mantan-mantannya. Cukup kamu satu-satunya yang menjadi kekasih buat dia. Kekasih halal, pastinya.

3. Anak Lulusan Pesantren itu Sederhana tapi Bahagia

Anak Lulusan Pesantren Santriwati
Sumber: muslimoderat

Mau dari keluarga berada atau biasa saja, anak yang pernah nyantren umumnya akan terbiasa dengan kesederhaan. Dia nggak akan menjanjikan dan pengin dijanjikan kamu yang macam-macam.

Dia hanya ingin membuat dan dibuat bahagia sama kamu yang telah dipersuntingnya. Targetnya tidak hanya sekedar bahagia di dunia saja, tapi sampai di akhirat juga. Kan so sweet.

4. Anak Lulusan Pesantren itu ngga Harus Jadi Ustadz/Ustadzah

Anak Lulusan Pesantren
Sumber: beritasantri.net

Di pesantren, dia nggak melulu belajar soal agama. Sama dengan sekolah pada umumnya, pesantren juga banyak yang mengajarkan materi mata pelajaran seperti pada umumnya. Hanya saja, dia juga belajar agama lebih banyak dari sekolah umum.

Ketika lulus, mereka yang pernah sekolah di pesantren juga bebas ingin melanjutkan jadi apa. Mau terus menekuni agama boleh, mau berprofesi lainnya juga boleh. Ada banyak kok profesional sukses yang dulunya sekolah di pesantren.

Walaupun akhirnya nggak jadi guru agama, dalam menekuni profesinya di kepala dan dadanya tetap berpegang pada agama. Jadi, misalkan dia jadi pegawai pemerintahan, matanya tidak bakalan jadi ijo melihat duit banyak. Karena sudah memiliki bekal iman yang kuat semenjak kecil.

5. Anak Pesantren itu Pasti Bisa Jadi Bapak/Ibu yang Baik untuk Anak-anaknya

Anak Lulusan Pesantren Orang Tua yang Baik
Sumber: makasar.tribunnews

Masalah mendidik anak tentunya jangan diragukan lagi. Anak pesantren pasti sudah diajarin bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Bagaimana menciptakan generasi yang sholeh dan sholehah.

Kegiatan mengabdi untuk mengajar adik-adik kelasnya tentu menjadi salah satu alasan bahwa anak lulusan pesantren sudah terbiasa mendidik anak-anak.

6. Anak Lulusan Pesantren itu Asik

Anak lulusan Pesantren Asyik
Sumber: republika

Meskipun anak lulusan pesantren itu hafal betul soal agama, tapi mereka tetap bisa pribadi yang asyik kok untuk diajak bergaul. Kehidupan di pesantren memang ketat dan banyak larangan.

Tapi, bukan berarti mereka yang nyantren jadi kuper alias kurang pergaulan. Mereka tetap bisa update tentang sesuatu yang sedang hits dengan ‘caranya sendiri’.

Kamu nggak perlu khawatir bakal nggak nyambung atau bosan karena tiap hari ngerasa diceramahin terus menerus. Justru mereka lebih senang diajak ngobrol sesuatu hal yang lain di luar kehidupan pesantrennya.

7. Anak Lulusan Pesantren itu ngga Pinter Gombal tapi Romantis

Santri itu Romantis sama Pasangan Halalnya
Sumber: tabloidkabarfilm

Surat menyurat jadi alat komunikasi yang masih berlaku buat anak pesantren. Ketika di pesantren, mereka nggak boleh bawa hape atau laptop sendiri, jadi deh sarana komunikasi satu-satunya ya surat-suratan.

Jangan heran kalau kebiasaan itu kebawa sampai saat ini dia sudah nggak tinggal di pesantren. Waktu kamu lagi ngambek, eh tiba-tiba ada surat nyelip di buku kamu. Surat permintaan maaf darinya. Kuno sih tapi kan so sweet.

8. Anak Lulusan Penastren itu ngga Kuper (Kurang Pergaulan)

Anak Lulusan Pondok itu ngga Kuper
Sumber: jurnalistikuyp2k14

Anak lulusan pesantren itu tidak kuper, perlu diketahui, pesantren itu rata-rata jumlah santrinya nyampe ratusan bahkan ribuan dan dari berbagai tempat asal yang berbeda-beda. Jadi, masalah pergaulan dengan teman tentu tidak kuranglah.

Selain itu, pergaulan dengan dunia yang semakin maju juga tidak ketinggalan. Kini banyak pesantren yang sudah mengembangkan tingkat pendidikannya tidak hanya di agama saja. Sekarang banyak pesantren yang mengajarkan dunia digital pada para santrinya, sehingga ketika lulus, mereka tidak buta akan teknologi.

9. Anak Lulusan Pesantren itu Punya Banyak Cerita

Anak Lulusan Pesantren Banyak Cerita
Sumber: surabaya.tribunnews

Kehidupan pahit manisnya di pesantren yang panjang bakalan jadi cerita yang berharga dan berkesan. Tentu seru jika diceritakan pada pasangan hidupnya setelah menikah kelak.

Ketika lagi berduaan suasannya ngga bakalan kaku. Karena anak lulusan pesantren itu punya banyak cerita dan pandai bicara pula. Kan sudah terbiasa ceramah.

Bagaimana? Sangat recomended bukan? Tapi, tidak semudah membalikkan tangan untuk mendapatkan pendamping hidup anak lulusan pesantren.

Jodoh itu di tangan Allah SWT. Tapi, bukan berarti kita cukup berpasrah dan tidak berusaha untuk menjemputnya. Allah SWT sendiri sudah menyebutkan di dalam ayat Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26).

Menjadi orang yang baik atau tidak baik dalam kehidupan di dunia ini adalah pilihan. Jadi, jika kamu ingin mendapatkan pasangan yang baik seperti anak lulusan pesantren, perbaiki diri terlebih dahulu. Karena yang baik untuk yang baik, dan yang tidak baik untuk yang tidak baik.

Sumber: hipwe, buntetpesantren.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: