Begini Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan Pedas “Kapan Kamu Nikah?”

Menjadi jomblo fisabilillah memang tidak mudah. Penuh cobaan dan ujian yang cukup menusuk hati. Terlebih ketika sudah masuk usia kepala dua. Mungkin tiap hari bakal ada lontaran pertanyaan pedas “kapan kamu nikah?”

Meskipun kadang sudah mencoba tegar dan kuat untuk tidak mendengarkan pertanyaan itu, tapi jika ditanya terus rapuhlah tembok pertahanan, dan akhirnya jebol juga, nusuk ke hati deh. Ya mau gimana lagi, ngga ada cara lain yang lebih baik untuk menghadapinya selain sabar dan sabar.

Tapi ngga semua jomblo selemah itu, ada yang memang sudah memiliki target untuk menikah di usia yang ditentukan sendiri. Ada juga yang memang belum siap untuk menikah, meskipun sudah kepala dua. Nah jomblo yang kaya gini mungkin akan lebih kuat untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang pedas.

Khususon untuk para jomblo fisabilillah, jangan takut dan jangan malu atau sakit hati ketika di tanya pertanyaan-pertanyaan yang pedas seperti itu. Kamu bisa jawab dengan jawaban-jawaban seperti contoh yang ada di artikel ini. Bagaimana jawaban-jawabannya?

Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan “Kapan Kamu Nikah?”

Untuk kamu para jomblo yang berjuang menuju halal tanpa pacaran, tetaplah istiqomah dalam kesendirian sampai jodoh kunjung datang. Sembari menunggu, semabari terus perbaiki diri. Karena semakin baik dirimu semakin baik pula jodohmu yang akan datang. Orang tua bilang, jodoh adalah cerminan diri.

Ingatah dengan firman Allah SWT dalam surat An Nur ayat 26.

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26).

Nah, ayat suci Al-Qur’an di atas mungkin akan lebih menenangkan bagi para jomblo-jomblo fisabilillah. Namun, perlu diketahui juga, bahwasannya meskipun jodoh sudah dijanjikan oleh Allah SWT, kita tetap dituntut untuk berusaha. Bagaimana bentuk usahanya?

Bisa perbanyak silaturahmi, siapa tahu saudara atau teman yang sholeh/sholehah memiliki teman yang sedang mencari jodohnya juga. Atau minta bantuan sama ustadz/ustadzah, guru ngaji, atau cara lainnya. Yang penting jangan sampai melalui pacaran.

Baiklah, langsung saja ke tema pembahasan. Apa jawaban yang tepat untuk pertanyaan “kapan kamu nikah?”

1. Senyumin Aja

Ibarat kata yang mengungkapkan jika senyuman mengandung arti seribu bahasa adalah hal yang tidaklah salah. Dengan tersenyum ketika mendapatkan pertanyaan ‘kapan nikah’ justru hal itu akan membuat mereka balik merasa penasaran.

Jodoh adalah misteri dimana setiap orang tidak bisa meramalnya. Dengan mengungkapkan sebuah senyuman berarti anda telah menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur.

2. Tanya Sama Allah SWT

Ketika ditanya kapan kamu nikah? Coba jawab “tanya saja sama Allah SWT” aku percaya jodoh itu ditangan Allah SWT. Dan Allah SWT yang mengatur setiap pasangan-pasangan hidup hamba-Nya.

Tugas kita cuma berusaha dan berdo’a, selebihnya serahkan sama Allah SWT. Jadi, kita ngga tahu jodoh kita itu siapa, dimana, dan berapa. Yang tahu cuma Allah SWT, Jadi tanya saja sama Allah SWT.

3. Mohon Do’anya Ya

Jawaban ini santai namun elegan. Seperti kita ketahui jodoh adalah urusan Allah SWT, jadi sangat sulit bagi kita menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan hal ini.

Menjawab dengan kata ‘minta do’anya ya’ adalah hal yang akan membuat mereka orang-orang yang penasaran dengan kita menjadi paham bahwa diri kita tidak ingin mendahului ketentuan yang diatas.

4. Nunggu Siap Punya Momongan

Alternatif jawaban lain untuk pertanyaan kapan nanti kita akan menikah adalah dengan mengatakan nunggu kalau sudah siap memiliki momongan juga merupakan jawaban bijak yang logis.

Lebih lagi kalau yang memberi pertanyaan adalah mereka orang yang belum juga diberi momongan. Kamu juga boleh deh nanya balik mereka, misalnya: “Tante kapan punya momongan?”, nah lho giliran dia dong yang gelagapan.

5. Insya Allah Nggak Lama Lagi

Pertanyaan kapan nikah seolah sebuah desakan yang ditujukan kepada kita. Jika yang memberi pertanyaan adalah anggota keluarga, hal itu sah-sah saja, namun jika orang lain, hal semacam ini merupakan tindakan yang sedikit tidak sopan.

Kalau udah kayak gitu, kamu juga boleh kok jawab sekenanya saja, misalnya: “Nggak lama lagi insya Allah aku nyusul”.

Nah, itulah contoh-contoh jawaban untuk pertanyaan “kapan kamu nikah?” Sebisa mungkin jawab dengan tenang dan ngga ada ekspresi ketersinggungan sama sekali. Datar-datar saja.

Dan tetap istiqomah dengan jomblo fisabillah meskipun jodoh tak kunjung datang juga. Jika hati mulai ragu, dan iman sedang lemah, maka ngga ada salahnya untuk mengingat, mentadaburi, dan meghafal firman Allah SWT, yang ada di dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzaariyat ayat 49.

وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (QS Adz-Dzaariyat: 49).

Wallahu A’lam Bishaawab.

Sumber: webmuslimah, islamadina, muslimdakwah.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: