Semakin Tahu Ilmu Agama Kok Hidup Jadi Semakin Tertekan

Mayoritas umat manusia tentu menginginkan yang namanya kebebasan, lebih tepatnya bebas dari aturan hidup. Karena dengan kebebasan, tekanan hidup akan berkurang. Bisa bersenang-senang kapan saja dan dimana saja, tanpa ada rasa takut akan mendapatkan dosa.

Namun, apakah dengan kebebasan hidup kita akan selalu merasa senang? Jika iya tentu tidak akan ada kata sakit hati ketika kekasih di selingkuhin orang.

Dan, apakah semua kesenangan itu mengandung kebaikan? Jika semua yang menyenangkan itu mengandung kebaikan, tentu orang yang senang merokok tidak akan terkena penyakit, orang yang pacaran tidak akan pernah sakit hati, dan kesuksesan akan bisa di raih dengan bersenang-senang.

Artinya, jika kebebasan hidup dan kesenangan di dunia yang menjadi tujuan hidup kita, tentu tidak akan menjadi kebaikan untuk diri kita sendiri. Lalu, apa yang harus menjadi tujuan hidup kita di dunia?

Tujuan hidup di dunia adalah mencari kebaikan, baik itu kebaikan untuk diri sendiri maupun kebaikan untuk orang lain. Dan sumbernya panutan kebaikan yang terbaik itu hanya ada di dalam agama.

Agama Islam adalah Sebaik-baiknya Agama

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…” [al-Mâidah/5:3]

Di dunia ini terdapat banyak dan bermacam-macam agama dan kepercayaan. Dari semua agama dan kepercayaan yang ada, agama Islam adalah sebaik-baiknya agama.

Apa alasannya? Karena agama Islam adalah sumbernya kebaikan. Dalam agama Islam, hal yang sangat kecil pun bisa bernilai kebaikan. Islam mengatur kehidupan dari hal-hal yang kecil sampai yang besar untuk kebaikan. Tentunya untuk kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.

Jika kita senantiasa taat pada aturan Islam, maka Allah SWT akan menjanjikan keindahan syurga baginya. Di mana di dalam syurga manusia sudah memiliki kebebasan dan tidak lagi terkait dengan aturan hidup. Allah SWT berfirman:

تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ 
“Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.” (QS. An-Nisa: 13).

Aturan yang ada di dalam Islam bersumber dari firman Allah SWT (Al-Qur’an) dan Hadits Rasulullah SAW yang sudah tidak bisa diragukan lagi kebenarannya.

Seorang Muslim sudah diwajibkan belajar tentang Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang shahih sesuai dengan pemahaman para Shahabat Radhiyallahu anhum. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT agar dibaca, dipahami isinya dan diamalkan petunjuknya.

Al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan pedoman hidup abadi dan terpelihara, yang harus dipelajari dan diamalkan. Seorang Muslim tidak akan sesat selama mereka berpegang kepada al-Qur’ân dan as-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat Radhiyallahu anhum.

Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, penawar, rahmat, penyembuh, dan sumber kebahagiaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧﴾ قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (al-Qur’ân) dari Rabb-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Dengan karunia Allâh dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.’ [ Yunus/10:57-58]

Semakin Tahu Ilmu Agama Kok Hidup jadi Semakin Tertekan?

Agama Islam memang penuh dengan aturan hidup. Sampai-sampai hal kecil seperti masuk WC pun ada aturannya. Bagi yang baru mengenal Islam, tentu merasa tertekan karena sangat membatasi kebebasan hidupnya. Sehingga sangat mudah mengeluh merasa keberatan. Namun perlu diingat, bahwa di balik semua aturan yang ada, sejatinya untuk kebaikan diri kita.

Dan jika kita menginginkan kesenangan dan kebahagiaan. Sejatinya kesenangan dan kebahagiaan hanya ada di syurga. Sedangkan kesenangan dan kebahagiaan di dunia hanyalah cobaan. Allah SWT berfirman:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20).

Jadi, jika semakin tahu ilmu agama Islam hidup menjadi semakin tertekan, berarti tidak menutup kemungkinan ada yang bermasalah pada keimanan kita. Maka bersegeralah perbaiki iman dengan banyak-banyak beristighfar dan meminta nasehat orang-orang shaleh dan alim.

Wallahu A’lam Bisshawab.

Sumber: eramuslim, aktual, almanhaj.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: