Sudah Berdo’a di Waktu Mustajab tapi Kok Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya

Do’a adalah ibadah, dan do’a adalah salah satu bentuk ketergantungan umat muslim kepada Allah SWT. Apa dalil yang menyatakan seperti itu?

Abu Daud meriwayatkan dari An Nu’man bin Basyir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Doa adalah ibadah”, Tuhan kalian telah berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”

Jadi sudah sepantasnya kita sebagai umat muslim yang baik dan taat untuk selalu berdo’a memohon dan meminta kepada-Nya.

Berbicara tentang do’a, tentu kita umat muslim harus tahu kapan waktu yang paling baik untuk berdo’a. Karena di dalam agama Islam, waktu memiliki keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda. Termasuk waktu untuk berdo’a.

Waktu yang utama dan mulia untuk berdo’a adalah waktu-waktu mustajab. Apa itu  waktu mustajab?

Waktu mustajab adalah waktu di mana do’a kita bisa cepat terkabul dan sesuai dengan apa yang diharapkan selagi harapan-harapan tersebut bersifat baik dan bermanfaat.

Lalu, kapan waktu yang mustajab itu?

Nah, pada artikel ini kita akan membahas dan menyebutkan beberapa waktu-waktu yang musjatab untuk berdo’a.

Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu Mustajab
Waktu Mustajab

1. Sepertiga malam terakhir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, niscaya Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

2. Sepanjang waktu puasa

Yakni sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: (pertama) orang yang berpuasa sampai ia berbuka” (HR. Ahmad; shahih lighairihi).

3. Saat berbuka

Perbanyak doa saat berbuka karena waktu ini juga waktu mustajabah untuk berdoa.

“Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah; hasan).

4. Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: “Berdoalah;

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

(Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni).

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)

5. Setelah Shalat Wajib

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499).

6. Saat Adzan

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Artinya: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.” (HR. Abu Daud)

7. Diantara Adzan dan Iqamah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi)

8. Ketika Sujud dalam Shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR. Muslim).

9. Ketika Turun Hujan

Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam, bersabda:

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078).

10. Pada Hari Jumat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan  seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut” (Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6)

11. Doa Pada Hari Arafah

Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah” (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat 2/797 No. 2598).

12. Ketika Perang Berkecamuk

Rasulullah bersabda:

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”).

13. Saat Khatib Duduk di antara Dua Khutbah

Rasulullah SAW bersabda:

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu).

Mengenai waktu yang dimaksud dalam hadits ini, para ulama masih banyak yang berbeda pendapat.  Namun terdapat 4 pendapat yang kuat, diantaranya yaitu di waktu ketika imam naik mimbar sampai shalat jum’at selesai.

Pendapat ini berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda:

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu). sumber: muslim.or.id

14. Saat Shalat Sebelum Salam

Dalam hadits berikut disebutkan bahwa dianjurkan berdo’a setelah tasyahud sebelum salam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. An-Nasa’i no. 1310. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dengan catatan untuk do’a akhir shalat sebelum salam (karena masih di dalam shalat), hendaklah dengan bahasa Arab atau yang lebih baik adalah dengan doa yang berasal dari Al-Qur’an dan hadits. Doa yang berasal dari Al-Qur’an dan hadits begitu banyak yang bisa diamalkan.

Itulah beberapa waktu-waktu yang mustajab untuk berdo’a meminta dan memohon kepada Allah SWT.

Sudah Berdo’a di Waktu Mustajab tapi Belum Dikabulkan?

Berdo'a di Waktu Mustajab
Berdo’a di Waktu Mustajab

Kita sudah berdo’a di waktu-waktu yang mustajab, tapi kok belum ke kabul juga do’anya?

Di dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah SWT sudah berjanji akan mengabulkan setiap do’a hamba-hambanya. Seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Mu’min ayat 60,yaitu:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: Dan Tuhanmu Berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” (Al-Mu’min 60).

Mungkin banyak dari kita yang selama ini sudah berusaha dan berdo’a setiap hari namun Allah SWT belum memberikan jawaban atas do’a kita. Apakah itu tandanya do’a kita tertolak?

Apabila apa yang kita harapkan dari do’a yang selalu kita panjatkan belum terwujud, tidak berarti do’a kita tertolak/tidak terkabul. Karena ada 3 kemungkinan dikabulkannya do’anya umat muslim yang taat. Yaitu dikabulkan permintaannya di dunia, di kabulkan tapi ketika di akhirat nanti, dan diganti dengan pencegah musibah atau bencana. Rasulullah SAW bersabda:

“Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana).” (HR Ath-Thabrani).

Namun doa kita bisa juga tertolak karena adab yang salah dalam berdo’a. Melakukan kesalahan-kesalahan dalam berdo’a bisa saja menjadi penyebab tidak dikabulkannya do’a. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita berusaha untuk mengenali apa kesalahan-kesalahan dalam berdo’a.

Dengan mengenali kesalahan-kesalahan dalam berdo’a, insya Allah ini akan menjadi bentuk ikhtiar kita agar Allah SWT berkenan untuk mengabulkan do’a kita.

Bagaimana Cara Mengenali Kesalahan dalam Berdo’a?

Al-Qur'an
Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an Allah SWT sudah menjelaskan mengenai poin-poin penting dalam do’a seorang hamba, diantaranya yaitu seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an berikut ini.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ -١٨٦

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”(Al-Baqarah 186).

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ. وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ
قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raf : 55-56).

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Artinya: “Dan Allah mempunyai nama-nama yang sangat indah (Al-Asmâ’u al-Husnâ), maka memohonlah kamu kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama itu.” (QS. Al-A’raf : 180).

Nah, di dalam ayat Al-Qur’an di atas, Allah SWT sudah menyebutkan beberapa poin yang harus dilakukan ketika berdo’a. Sudahkah kita khusyu hanya berdo’a kepada Allah SWT?

Sudahkah kita benar-benar beriman kepada Allah swt? Sudah kita berendah diri dan suara yang lembut ketika berdo’a?

Sudahkah ketika bersungguh-sungguh dalam berdo’a karena takut do’a kita tidak dikabulkan? Sudahkah ketika berdo’a kita menyebutkan nama-nama indah-Nya. Jika dalam berdo’a kita masih semaunya sendiri, tergesa-gesa, bahkan malah jarang berdo’a, tentu wajar jika do’anya tidak dikabulkan meskipun sudah berdo’a di waktu yang mustajab.

Wallahu a’lam Bisshawab.

Sumber: rumaysho.commuslim.or.id, muslimah.or.id, bersamadakwah.net, eramuslim.com, hidayatullah.com.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: